Jika saja bulan lalu aku membawa pulang laptopku ke
kampung halaman bersamaku, aku tentu tidak akan menggunakan laptop milik
temanku untuk menyelesaikan tugas-tugasku.
Mana pernah kusangka, bahwa laptopku akan dicuri tepat seminggu setelah
kepergianku dari rumah abangku untuk liburan di kampung. Aku hanya bisa menatap
kosong pada tas laptopku yang sama kosongnya ketika aku kembali lagi ke Jambi.
Isinya telah dicuri berikut pengisi baterai dan headset yang kusimpan bersisian.
Aku sedang memainkan ponselku di rumah orang tuaku,
saat itulah
abangku menelepon ayahku dan memberitahukan kami tentang pencurian di rumahnya itu. Aku terkejut. Aku sama sekali tidak ingat tentang laptopku saat itu. Yang kupikirkan hanyalah motorku. Apakah motorku dicuri juga? Pertanyaan itu muncul ketika abangku memberitahu ayahku tentang motornya. Aku merasa tak enak ketika tahu bahwa motorku baik-baik saja, berbeda halnya dengan motor abangku yang lenyap dibawa si pencuri. Segalanya terasa rumit saat itu. Aku merasa lega tapi juga bersalah di saat yang sama. Aku tentu tudak bisa berbahagia di atas kehilangan yang dialami abangku, kan? Dan aku merasa semakin rumit saat kembali ke Jambi dan menemukan bahwa laptopku pun telah lenyap. Sungguh saat itu aku merasa sangat tidak nyaman.
abangku menelepon ayahku dan memberitahukan kami tentang pencurian di rumahnya itu. Aku terkejut. Aku sama sekali tidak ingat tentang laptopku saat itu. Yang kupikirkan hanyalah motorku. Apakah motorku dicuri juga? Pertanyaan itu muncul ketika abangku memberitahu ayahku tentang motornya. Aku merasa tak enak ketika tahu bahwa motorku baik-baik saja, berbeda halnya dengan motor abangku yang lenyap dibawa si pencuri. Segalanya terasa rumit saat itu. Aku merasa lega tapi juga bersalah di saat yang sama. Aku tentu tudak bisa berbahagia di atas kehilangan yang dialami abangku, kan? Dan aku merasa semakin rumit saat kembali ke Jambi dan menemukan bahwa laptopku pun telah lenyap. Sungguh saat itu aku merasa sangat tidak nyaman.
Itu adalah sebuah kehilangan yang besar bagiku. Hanya
laptopku yang hilang, aku tahu, tapi tentu itu adalah masalah yang sangat
besar. Semua data yang kusimpan sejak masa-masa SMA-ku hilang sudah. Tanpa
sisa. Semuanya termasuk video-video, foto-foto, tugas-tugas, dan semua karya
fiksiku yang kuciptakan sejak masih duduk di bangku SMP. Meski aku tahu, memang
salahku dulu tidak mencadangkan data-data pentingku itu.
Sekarang, aku tidak memiliki laptop. Tabunganku masih
belum cukup untuk membeli yang baru, dan aku tidak bisa begitu saja meminta
untuk dibelikan oleh orang tuaku. Untungnya, aku masih punya keluarga dan teman
yang memperbolehkanku memakai laptop mereka. Setidaknya, aku masih bisa
mengerjakan tugasku tanpa harus keluar untuk mengerjakannya di warnet. Untung
saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar